Judul: White Lies
Jenis: Fiksi
Penulis: Riz Amelia
Penerbit: Elf Books
Terbit: Desember 2012
Tebal: 316 halaman
Harga: Rp45.000,00
No. ISBN: 978-602-19335-4-1
Sebelumnya, Clara dan Elaine Fawne adalah saudara kembar yang terpisah oleh jarak karena orangtua mereka bercerai. Clara mengikuti ibunya--Eriko Inoue, sedangkan Elaine mengikuti ayahnya di Manhattan. Namun, kehidupan tidak selamanya berjalan dengan baik. Saat Clara memilih untuk pindah ke Manhattan, masalah mulai bermunculan. Sedikit-sedikit lama kelamaan menjadi bukit. Clara dijodohkan dengan Keane Ackley, idol papan atas yang sangat dikagumi Elaine.
Elaine memiliki sifat tempramental--berkebalikan dengan Clara. Dan itulah yang menyebabkan kehidupan persaudaraan yang mereka jalani semakin rumit. Elaine tidak mengagumi Keane seperti penggemar kepada idolanya. Elaine mencintai Keane. Tapi, dibalik itu semua.. Elaine memiliki Kris. Sahabat yang sangat mengerti dirinya. Keane dan Clara, meskipun keduanya dijodohkan namun mereka tidak pernah melihat wajah satu sama lain. Keane setuju, sedangkan Clara tidak. Clara sangat memikirkan perasaan saudara sedarahnya tersebut
Hopla! Siapa sangka ini adalah rencana yang sudah disusun dengan cermat oleh seseorang untuk menjatuhkan Elaine? Dan untuk menjatuhkan Elaine ini bukan tanpa sebab. Siapakah orang tersebut? Apakah alasan yang digunakan untuk menjatuhkan Elaine Fawne?
Waktu pertama kali pegang novel ini langsung "Covernya lucuuuuk~" dan setelah dibuka halaman demi halaman... Bikin penasaran. Bahasa yang digunakan dalam novel ini juga ringan, enak dibaca. Cocok untuk bacaan selingan saat pelajaran ketika sedang santai-santai. Kalau lihat dari alurnya, ini cenderung seperti fanfiction ya menurut saya :-D Karena dengar-dengar juga ini novel dulunya ber-setting Korea, namun karena novel Korea yang sedang menjamur jadilah White Lies yang bisa kita jumpai di toko buku.
Kekurangan dari novel ini adalaaaah... Aaaak>< Sampai saya data nih, hehe.
- "Well, selamat datang kesialan" karena kata well notabenenya dari bahasa Inggris, dan ucapan disini di-italic. Seharusnya kata well tidak di-italic karena kata yang ber-bahasa Indonesia di-italic. (halaman 98)
- Meng-hindar. Kata ini tampaknya tidak perlu memakai ' - ' ya? (halaman 234)
- Ujar Elaine. Disini setelah saya lihat-lihat percakapan sebelumnya, ini adalah ujaran Clara. Bukan Elaine. (halaman 273)
- Deng an. Ini sih sepertinya typo ya? Hehe :-D (halaman 13)
- Clara membuka suara dan dari kursi depan Kris melirik lewat kaca spion. Ini sebelum 'Kris' perlu disisipi koma tidak ya? hehehe. (halaman 30)
Sudah sih, cuma itu saja. Kalau saya yang salah lihat (Aduh maluuuuu><) Langsung hubungi saya di @fsajeng ya :-) Dan kalau kata teman saya, peristiwa demi peristiwa terjadi secara tiba-tiba. Ini kata teman saya, lho.
Dan... taraaaa... Ini beberapa quotes menarik dari White Lies.
Jika kau mencintai seseorang dengan begitu mudahnya, mungkinkah kau akan melupakan rasa tersebut dengan mudah? -Elaine Fawne
Aku akan mempertahankannya. Untuk apa dilupakan? Cinta itu adalah anugerah terindah yang diberikan oleh Tuhan. -Kris
Kita tidak bisa membaca perasaan seseorang. Mungkin bagimu rasanya mustahil, tapi bagiku biasa saja. Cinta itu terkadang tidak membutuhkan hal-hal yang rumit. Cukup mengetahui kau nyaman ketika berada di samping seseorang, kau sudah bisa menyebut itu sebuah cinta. -Kris
Ternyata semua pria sama saja. Akan mengatakan gadis cantik sebagai tipe idealnya.
Itu lebih baik jika dia mencintaimu.Cukup ya riviunya :-D Saya suka jalan ceritanya, konfliknya, dan saya greget sama si Eriko... Mamanya Fawne Sister. Dan saya paling suka dengan Elaine. Sama tempramen-nya dengan saya :P
Selamat malam Jumat!
Bukan Jumat Kliwon, kan?
Kabuuuur~















