Baru sekitar seminggu dan lebih saya tidak keeping up with bloggy-thingy dan rasanya sudah seperti tahunan. Rindu. Waduh, yang beginian saja dirindukan apalagi yang...?
Wow permulaan yang something.
Jadiiiiiiii, saya dan teman-teman seangkatan SMA Negeri 2 Purwokerto (Smada17) yang belum memiliki nama angkatan ini, berkunjung ke Pulau Dewata selama 3 hari. Plus 2 hari (lebih sehari bisa jadi) perjalanan.
Saya kedapatan untuk duduk sampai mampus di kursi bus 4 (ada 5 bus untuk 200 something anak, mungkin? cmiiw). Oh iya, sebelum study-tour tuh sebelumnya ada drama-drama asik seperti mencak-mencak saat pembagian bus dan kamar. Untuk itu, saya yang ikutan mencak-mencak ini memohon maaf setulus-tulusnya pada PPBN OSIS 15/16 yang sudah mengurusi study-tour ini dengan sepenuh hati. Gomawo suwun. You guys rock!
Saya dan Harumiya yang biasa saya panggil Monchan berangkat ke sekolah sekitar pukul 11.30 menggunakan taksi. Sampai sekolah, kami geret-geret koper dari gerbang kanan ke gerbang kiri Smada, lalu mencari-cari bus 4. Sebelumnya sudah dicup-kan kursi bus oleh Vania, thanks to you *smooch*!
Berangkat sekitar pukul 1 pagi tanggal 19 Desember 2015, sebelumnya dibagikan co-card oleh Nadzif (ketua bus 4, ya?). Kami semua yang sangat excited namun tired, jatuh tertidur in no time tidak lama setelah bus berangkat. Tidak lupa diselingi banyolan khas bocah lanang yang terkadang membuat bocah wadon tergidik dibarisan bus depan. Jam 4 subuh, tiba di Ambarketawang. Pagi sekali. Sampai sana langsung ngantre toilet yang didominasi oleh ibu-ibu. Kemudian kesal saat giliran toilet disalip oleh ibu-ibu. Ini bocah SMA dah pengin buang hajat, buk :(
Pokoknya, selama 5 hari kedepan, kegiatan kami semua tidak lengkap tanpa mengantre. Mau pipis, mengantre. Mau makan, mengantre. Mau naik bus, mengantre. Mau bayar, mengantre. Semua-semua mengantre.
Part 1 ini, menceriterakan mengenai perjalanan kami. Karena untuk sampai ke pulau yang dikenal sebagai Heaven on Earth itu, dari Purwokerto, harus menempuh perjalanan selama seharian atau lebih, plus menyeberang. Duduk sampai mampus di bus!
![]() |
| credit to Pinterest |
Selama seharian itu juga, saya dan beberapa teman saya memutuskan untuk tidak mandi karena repot hehehehe *membasuh badan dengan tisu basah yang buy one get one*.
Masih di Ambarketawang, pihak tour-nya bilang, jam 4.30 sarapan sudah siap. Tapi sampai jam 5 lebih, belum siap juga. Ya sudah, toh kami harus mengantre untuk sholat, dan memilih tempat duduk yang kosong. Sembari menunggu, kami para kaum hawa membunuh waktu dengan menggosip. He. Menggosip tentang temannya teman yang bunting, stalk-in akun socmed orang, setelah itu menunggu giliran untuk mengambil sarapan dengan menu ayam tepung yang hmm I'd rather not eat, sop sosis, tumis tempe, semangka, dan teh hangat. Antreannya itu lho, seperti ular naga panjangnya bukan kepalang.
Lalu minum antimo milik Monchan dan kembali tidur di bus, dan diperjalanan, ada kecelakaaan kecil gitu. Rombongan seperti kami juga, mau study-tour. Kaca belakang busnya pecah, bus berhenti dan rombongannya (bukan rombongan smada17, lho) menepi di jalan. Saya jadi ingat kejadian saat study-tour ke Jogja pada kelas 6, kaca belakang bus 6 rombongan SD Al-Irsyad 01 Pwt pecah sehingga ditambal plastik ha ha tertawa awkward. Tidur lagi, lalu terbangun. Saya kira sudah masuk waktu dzuhur, ternyata masih jam 10. Baru masuk daerah Sragen, kami bocah yang SMA cerdas kelupaan kalau Sragen itu di Jawa Tengah atau Timur, menerka-nerka. Bus kami juga sempat difoto-fotoin sama anak kecil yang gabut. Entah apa motivasinya moto-motoin bus yang gak menarik. Omong-omong, ini penampakan busnya.
![]() |
| credit to Didi Prakasa |
Hari itu, saya hanya membawa jajan sea crunch (2rebuan ya Allah :( ) dan pocari. Namun teman-teman di kursi depan, belakang, dan samping sangat bermurah hati karena menawari jajan sekaligus menghidupi saya. Dari pocky sampai taro, ada semua.
Bus juga menyetel lagu-lagu hopeless macam C.I.N.T.A dan lagu yang liriknya 'malam ini, tak seperti, malam kemarin, et cetera'. Anehnya, kami tetap sing along juga. Kami juga melewati pabrik-pabrik produksi berskala besar seperti Japfa *nyanyi lagu sozzis so nice*, beton, dan lain-lain.
Dan alhamdulillahnya, belum throw up juga sampai saat itu. Hehehe.
Jam 12 siang, kami berhenti di sebuah rumah makan berlokasi di Ngawi, Jawa Timur (untuk maksi dan sholat, obviously). Kzl sih, menunya nyaris sama seperti yang tadi. Ayam tepung *untuk enak dan dagingnya lunak*, sop, bihun, dan es teh. Ena. Better than pagi itu. Dilanjutkan dengan sholat Dzuhur dan Ashar (Jama' Qashar Taqdim).
Saya sempat khawatir juga, di tas utama yang saya panggul kemana saja (karena koper diletakkan di bagasi bus), saya hanya membawa jersey kelas yang berwarna merah mentereng. Tapi tak apalah, not a big deal anyway. Kami melanjutkan perjalanan, saya tidur lagi dong. Sampai diprotes oleh teman-teman belakang dan samping heuheue. Anyway, membawa bantal leher saat perjalanan duduk itu it's a must! It really helped me to keep me comfort. Meski kepala meleng kesana-kemari. Biasa, malu-maluin.
Kalau ada yang ingin buang hajat, tinggal bilang. Nanti bus akan berhenti di pom bensin. Ini agak annoying sih, karena berhentinya tuh bisa sampai 10 menit atau lebih. Tapi ketika travelling bersama, gak boleh egois. One thing learned! Dan ketika saya gak tidur dalam perjalanan dari satu pom bensin ke pom bensin lainnya, wow! Achievement unlocked.
![]() |
| one thing learned! credit to google. |
Dan uniknya, bagi anak cowok, segala hal bisa dijadikan lawakan untuk membuat kami terhibur dan dijauhkan dari boredom. Seperti Mukti yang dijadikan bahan bully. Even bus dikresekin tuh such a thing to us back then. Hahahah.
Malamnya, kami berhenti di rumah makan lagi. Ambil minuman berwarna kuning, saya pikir jus jeruk atau apa. Ternyata hanya sirop oranye :( Seperti biasa, menunya ayam lagi! Even worse than the one we had that morning. Huhuhuh.
Nah, sampai sini dulu postingan ini karena hari pertama sudah habis.
See you at the next post, folks!









