Haru, dalam bahasa Jepang berarti
musim semi. Dalam bahasa korea artinya hari. Sedangkan dalam bahasa Indonesia
sendiri artinya turut terlarut dalam kesedihan atau kesenangan seseorang. Nah,
maksud ‘Haru’ yang satu ini apa, ya? Apa mungkin, Penerbit yang lahir pada musim
semi, lalu melewati hari-hari dengan penuh keharuan? Ah ini ngaco.
Memang sih, baru kenal penerbit
haru kira-kira dua-tiga bulan. Tapi, rasanya udah kayak kenal lama banget sama
penerbit haru ini. Dari pertama beli novel Oppa&I seri pertama, udah jatuh hati
sama penerbit haru. Jatuh hati di kovernya yang unyu unyu cute, font-nya
yang cocok, and many more. Habis tahu ada sequel
Oppa&I, langsung baca dan akhirnya tertarik dengan novel-novel Haru
yang lain.
Lalu lanjut baca Cheeky Romance
dan—lagi lagi—jatuh hati sama penerbit haru. Fyi, Cheeky Romance novel paling bikin greget berdebar-debar,
dan bela-belain tidur jam satu malam cuma buat nyelesein Cheeky Romance. Such a my favorite novel on 2012.
Tapi, seperti pepatah nobody’s perfect.. Yang ternyata juga
berlaku di penerbit satu ini. Dalam Cheeky Romance dan novel-novel terjemahan
lain, kata ‘memunyai’ mungkin bisa diganti menjadi ‘mempunyai’. Pada novel So,
I Married the Anti-fan.. kenapa kertasnya buram? Itu membuatku berpikir dua
kali sebelum membelinya. Dan juga, masalah font
dan beberapa pembatas buku yang sedikit ‘bermasalah’. Dalam novel-novel
tipis seperti Oppa&I, it’s ok font-nya
kecil. Namun, dalam novel-novel tebal.. penggunaan font yang kecil dirasa kurang cocok. Pada novel Oppa&I pertama,
apa memang tidak disertakan pembatas? Di So, I Married the Anti-fan juga
pembatasnya kecil dan hampir susah menemukannya kembali ketika diselipkan di
tengah-tengah halaman. Yang terakhir,
entah kenapa aku kurang suka kover novel Bi!. Kovernya terlihat terlalu monoton
dengan kurang ilustrasi. Tapi, kekurangan-kekurangan haru selalu bisa tertutupi dengan kelebihan-kelebihannya :)
Ada kekurangan, pasti ada juga
kelebihan, kan? Begitupun dengan penerbit terfavoritku ini. Kover-kovernya
hampir semua menarik, seperti pada novel Ojou! Yang baru terbit akhir-akhir
ini. Atau pada kover Oppa&I: Love Missions. Walaupun kaki-kaki mereka
terlihat sangat jenjang dan dengan tubuh kurus kurus, menurutku kovernya
sangat menggambarkan isinya. Penulis-penulis haru juga terbukti semua
berkualitas, semua novel haru yang aku baca rata-rata bikin aku kesengsem(?) Novel
terjemahan dan novel lokal pun disini sama sama bersaing, kalau aku misalkan,
Kim Eun Jeong vs Lia Indra Andriana. They
all a great writer ! Dan yang paling
disukai member-member penerbit haru, penerbit haru sering adain kuis walaupun
aku nggak pernah menang saat haru mengadakan kuis.
Harapanku untuk penerbit haru,
kedepannya.. Menerbitkan novel-novel terjemahan Kim Eun Jeong lebih banyak
(yang ini maksa), kovernya lebih cute&adorable lagi, pendistribusian
tambah merata (fyi, novel Bi! Sampai saat ini di toko buku kotaku belum ada L padahal pengin
cepet-cepet baca), terus menerbitkan novel dari karya penulis berkualitas,
admin-adminnya lebih aktif lagi dan terus berkreasi. Suatu saat juga sebenarnya
aku ingin bergabung dengan penulis-penulis haru, semoga bisa tercapai. Ah iya,
sering-sering mengadakan kuis gratis juga karena member-member haru suka banget
yang namanya gratisan. Termasuk aku.
Semoga Penerbit Haru adalah
penerbit termashyur di kemudian hari yang karya-karyanya akan bermanfaat bagi
masyarakat Indonesia.
And the last.. Kenapa penerbit haru hanya menerima naskah dari umur
lima belas tahun ke atas? Aku juga ingin karyaku diterbitkan oleh penerbit
haru.
Penerbit haru.. Daebak!! Jjang!!