Wednesday, 17 February 2016

Bali 2015: We Choose Joy! (Part 3 of 5)

Halow! Kembali lagi bersama sayaah, di Bali series! Yeaay, dah setengah jalan aja dong.

Cus ya...

Karena saya tipe orang yang kudu adaptasi dulu sama tempat baru, walhasil saya adalah yang terakhir tidur di kamar 204. Pukul setengah enam pagi, saya dibangunkan oleh Monchan, "bangun! Itu mataharinya sudah mau terbit, lho." Saya mengerjap-ngerjapkan mata sembari mengumpulkan nyawa, lantas mengambil air wudhu untuk sholat Subuh yang kesiangan hehehe.


Finally, pada hari itu saya berkesempatan untuk berdandan syantek sebelum jalan-jalan. Nggak literally dandan, sih. At least penampilan saya proper. Yoohoo!

Sarapan di hotel, seperti biasa, mengantre. Kalau study tour tuh, harus siapin stok sabar banyak-banyak. Supaya nggak bete huehehe. Sarapannya lumayan; sate, nugget satu biji (elah-_-), dan kuah gulai tapi isinya kubis WKWKW apaan dah absurd bener. Alhamdulillah abis dong.

Sesudah sarapan, kami langsung ke Pantai Kuta. Ada perubahan itinerary lagi, harusnya Pantai Kuta diletakkan di sore hari, menikmati sunset (serius deh di itinerary ditulis begitu), Eh, dibalik aja tuh jadi pagi hari. Alasannya klise, kalau sore macet :) :) *senyoom*

Dari parkiran bus ke Pantai Kuta-nya sendiri cukup jauh, dan kita perlu naik shuttle bus (AC-nya alami ya, don't expect much) selama 10 menit sebelum sampai ke obyek. Di sana, kami hanya putu-putu syantek aja. Nggak main air. Namun, saya yang mengenakan rok (#UKHTILYFE) dan bertekad untuk tidak kena air pantai, akhirnya basyah jugak. Oh iya, kok belum banyak turis mancanegara ya? Itu sekitar jam 8-9an. Ena juga, liat pemandangan yang nggak ada di Poerwakerta.



Berfoto Syantek
With Frens @ Kuta Beach





Balik ke bus, alas kaki saya penuh pasiiir. Untung bawa tissue basah (buy 1 get 1 lho, merk Cuss*ns). Lanjut ke Tanjung Benoa. Yha, ngepantai muluk hari ini. Jaraknya sekitar 20km dari Kuta, 30 menit ditempuh dengan bus (cmiiw yha frens). Di bus, si tourguide yang bernama I Gede Banget ini berusaha untuk mencairkan suasana dengan lawakan seperti;
"Di Bali ada kandang burung terbesar di Indonesia. Ada macam-macam burung di dalamnya, dan ada pula orang yang dibayar untuk menjaga kandang burung tersebut."
I was like, 'kok gw gak pernah denger yah?' Turned out that yang dimaksud beliau adalah Bandara Ngurah Rai. Damn, I almost fell for his lame jokes. /Deep sighs/ Dan my busmate, Monchan, langsung bete tuh sama beliau, hahaha.

Buat masuk ke Tanjung Benoa-nya tuh, jauh beneeer. Sempat juga melewati gerai sbux, dan teman saya sempat ada yang mau melipir ke sana, namun nggak jadi karena jaraknya jauh ternyata. Panas buanget di sana, gimana kalau di Padang Mahsyar ya? Itu aja sudah berasa matahari berada di atas kepala. 

Tourguide-nya juga bercerita bahwasannya dahulu, Tanjung Benoa adalah sebuah antah berantah. Dan Garuda Indonesia adalah pihak pertama yang berinvestasi di situ. Luas Tanjung Benoa sendiri yakni 300 sekian hektar, Jadilah Tanjung Benoa yang famous seperti sekarang ini, dengan berbagai fasilitas yang dapat ditawarkan kepada turis seperti banana-boat, parasailing, wisata ke Pulau Penyu, atau hanya duduk-duduk menikmati kelapa muda juga asyik. 

Saya sendiri memilih untuk berwisata ke Pulau Penyu, atau yang disebut dengan Teluk Penyu. Kami hanya perlu membayar ongkos pulang-pergi perahu sebesar IDR 50K, dan untuk masuknya sebesar IDR 5K. Kita putu-putu deh sama si penyu dari berbagai ukuran. Nggak hanya penyu, ada juga eagle, kakaktua, biawak, dan lain-lain.

Ondewei Pulau Penyu, ini si Rini sebelah kanan saya sepertinya kegirangan bisa menyentuh air laut wkwkwk.
Ini lho penampakan penyu-penyu rakzaza. Mancay! Boleh dipegang-pegang jugak, diajak foto juga oke^^

Karena perahunya nggak sampai tepat di pulaunya, kami harus jalan sedikit. Nemu rumput laut! Horray!
Ini yang paling guedeeee
Nggak siap foto, cekrek!
Ini foto nggak ada faedahnya sih, itu belakang patung penyu btw 
Ama kakaktua!
Iguanaaaa
Pemandangannya menyejukkan ya?
Hasil jepretan saya, oke jugaa.
Lumayan jalannya, lumayan bikin basyah!

Kelar di pulau penyu, akhirnya kami ngantre makan. Tapi karena saya betenya minta ampun, saya memotong antrean! HAHAHA. Maapin yak *sungkem* di sini, kami berkesempatan untuk mencoba sate lillit, sayangnya saya nggak suka hohoho. Nah terus, di situ tuh ada 2 tempat untuk makan yang dibatasi dengan tali. Karena jam makan siang, otomatis rame banget dong. Dan finally dapat tempat kosong, tapi malah dibilangin sama si tourleadernya, "jangan makan di sini ya." Maksudnya dia mau ngebook gitu. Dih, enak aja. Akhirnya guru-guru saya pun bilang, "nggak papa makan sini aja." Dongkol maksimal.

Lanjut, kita sholat di Puja Mandala Bakti. Musim liburan bok, rame bener di situ. Cari tempat sholat yang lain bisa kali. Mungkin maksudnya biar kita berkesempatan untuk mengunjungi PMB. Tapi yo, mbok ya nggak gitu juga. FYI, PMB itu adalah sebuah tempat di mana terdapat beragam tempat ibadah. Untuk meningkatkan toleransi antar umat beragama. Setahu saya begitu. Ada masjid, gereja kristen, gereja katolik, pura (tentu saja) dan vihara. Mau sholat, welahdalah, airnya malah habis.
Akhirnya saya punya ide untuk ke minimarket terdekat dan numpang toiletnya untuk wudhu (sambil beli apa gitu ya, buat pantas-pantas) dan akhirnya sholat.

The next destination is Pandawa Beach. The most beautiful beach I've ever seen! Like, it is literally beautiful. Instead of Kuta, I'd recommend you to go to Pandawa. Sebelum sampai, kita bahkan sudah disuguhi pemandangan tebing-tebing yang eksotis abis. Anyway, Pandawa ini adalah pantai berpasir putih, dan airnya pun biru kejernihan. Fasilitas di sini hanya ada kano dan massage sih, tapi buat foto-foto aja juga udah oke.

Pardon my komuk. Itu lho tebing-tebing yang saya maksud...
Pasyir putih. Ini kalo gw masukin ig captionnya apa ya, hm..

Pardon my komuk (2) Ini kanonyaaa. 50 ato 75k gitu 
Ceritanya pose malu-maluin yang dipelopori oleh Saudara Rizal
Jam 5 lebih 5 sore, karena nungguin teman-teman yang berkano dan ganti baju and things(?) jadi ngaret deh seperti biasah. Trus kita lanjut ke GWK (Garuda Wisnu Kencana) kita akan menonton tari kecak di sana, yuhuu. Dari Pandawa sampai GWK sekitar 30menitan btw. Setelah sampai, kita dijemput oleh shuttle (kali ini beneran menyerupai shuttle) sebenernya nggak jauh-jauh amat sih, jalan juga bisa. Masuk, kita foto-foto dong langsung!

Sama Telisya. Ucul yaa huehehe
Foto sama ojones. Banyak banget orang bikin pusying
Dari kiri ke kanan: Ajeng, Monchan, Litta, Vani, Rini. Bonus tourleader di belakang noh
Finally, get to see Kecak Dance!
Main actorsnyaaa
Poto ama si cantik. Btw itu komuk gw wkwkwk.

Oya, di GWK ini jajannya mahal-mahal pisun. Masak sirup marjan melon yang di-cup-in (bilangnya sih jus gitu ya) 15K huhuhuh monang untung gak beli. Trus teman saya juga beli sejenis crepes gitu, 25K hohoho *kekep dompet erat erat*

Sekitar jam 6 petang waktu setempat, tari kecaknya mulai. Sebelumnya, penarinya juga ritual dulu keliling GWK, entah maksudnya apa ya, saya kurang tahu.
Kemudian, obor-obor pun dinyalakan, suara "cak kecak kecak cak" mulai bersahutan, 
Eh ada dancer yang guanteng lho wkwkw. Well, it's a must to see Kecak Dance when you're in Bali, so amazing and mesmerizing. Got me chill! Sekitar 30-45 menit kemudian, tari kecaknya selesai.

Abis nonton tari kecak, kita cus ke Krisna, muacet puol otw kesananya tuh. Saya langsung kontak-kontak keluarga, mau dibelikan apa.
Akhirnya, petualangan yang sebenarnya dimulai.
Yey! Belanja belanji! Saya cari kaos-kaos, tas kecil, sandal, pie susu (btw tadi ada yang jual pie susu di Pandawa dan lebih murah *sobs*), kacang asin, gitu-gitu deh. Di sini, kita juga ditempeli stiker, tapi sesuai rombongan gitu (biar ga ilang kali yak). Kelar menunaikan kewajiban (re: belanja), makan di Krisna juga, dan lanjut ke hotel, lanjut mandi, sholat, tata-tata koper (karena besoknya kita check out huhuhu). Saya bertiga, dengan Monchan dan Litta, nggak langsung bobok. Kami ngakak-ngikik ngalor ngidul, kasihan Een yang udah tidur kebrisikan wkwk. Oya! Kita juga menemukan fakta menarik lhooo, bahwasannya, tourleader bus kita ternyata tuh seumuran! Jadi bahan obrolan deh. Si Litta ngefans banget tuh ama doi. Tapi bilangnya sekarang dah move on sih wkwk. Kita akhirnya baru tidur setelah pukul 01.30 A.M.

Zzzz...


Wednesday, 3 February 2016

[Review] Memilikimu - Sanie B. Kuncoro

Penulis: Sanie B. Kuncoro
Penerbit: Gagas Media
Tebal: 281 halaman
Terbit: 2011
Rating: 3/5

Anom Ilalang dan Samara adalah sepasang suami istri bahagia, hidup mereka pun rasanya tak kurang suatu apa. Walaupun Anom sudah mengenal Samara selama sepuluh tahun lebih, namun alih-alih meredup, cinta Anom kepada Samara makin terpancar seiring berjalannya waktu.

Namun, manusia memang makhluk yang tak pernah puas. Samara telah lama divonis mandul, yang berakibat tak dapat melanjutkan garis keturunan dirinya dan Anom Ilalang—seorang yang gagah. Samara tak pernah menginginkan adopsi atau sejenisnya. Ia pikir dirinya dan Anom sudah mengikhlaskan takdirnya tersebut. 

Berbeda dengan Samara, Anom sangat mendambakan kehadiran seorang anak dalam bahtera rumah tangga mereka. Akhirnya, ia memutuskan cara yang menurutnya aman agar dapat melanjutkan garis keturunannya, yakni kontrak Rahim dengan seorang PSK Freelance bernama Lembayung. 

Di sisi lain, Lembayung yang dihadapi dengan masalah finansial tak kuasa untuk menolak tawaran Anom tersebut. Apakah ini yang disebut pengkhianatan bagi Samara?
***
Membaca karya Sanie B. Kuncoro ini, saya seperti membaca puisi. Kata demi kata dapat diuntainya dengan indah sehingga menghasilkan kalimat penuh makna. Banyak juga terdapat majas simile, jujur saja, terkadang bikin capek sih. Seperti bertele-tele, namun saya harus mengakui bahwa this novel is so beautifully written by her.

Saya paling suka sama karakter Lembayung! Cuma ya, kasihan amat nasibnya. Lembayung itu kalau di real-life mungkin jadi seorang introvert yang misterius, nggak banyak orang yang tahu gitu (Ajeng mulai delu). 

Saya juga catat beberapa kutipan dari novel ini, beberapa di antaranya:
“Menjadi laki-laki tidak berarti bahwa aku lebih kuat daripadamu, tapi demi menjadi bentengmu aku akan berusaha lebih kuat dari sebelumnya.” –hal 30. 
“Tangis adalah pintu pelepasan bagi sesuatu yang tak layak disimpan.” –hal 31.

 “Serapi apa pun tebal pembungkus pisaumu, tak akan mengurangi tajamnya pisau pengkhianatanmu.” – hal 65.
“Tidak semua badai bermurah hati memberikan tanda awal kedatangannya. Ada badai yang menelusup diam-diam, merayap tanpa suara, lalu menghantam seketika dengan gerak mematikan tanpa belas kasihan.” –hal 141
Saya beri bintang 3/5 untuk Memilikimu. Cocok untuk bacaan ringan di waktu senggang. Besides, who can’t resist a novel from Gagas?

Hampir lupa! Postingan ini juga merangkup sebagai setoran perdana untuk Indonesian Romance Reading Challenge 2016, dan Proyek Baca Buku Perpustakaan 2016. Yeay!

Proyek Baca Buku Perpustakaan 2016 (labelnya perpusnya kelihatan, kan? :p)


Cheers, 
Ajeng.


Tuesday, 2 February 2016

[Master Post] Proyek Baca Buku Perpustakaan 2016


Ampun deh Ajeng! Baru kemarin buat master post IRRC16, sekarang sudah ikutan lagi. 
Setiap challenge harus ada latar belakangnya dong! Jadi, apa latar belakangnya? 

Sejak Perpusarda (Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Banyumas) di kabupaten saya direnov, saya jadi semangat ke perpusarda. Paling enggak, seminggu sekali saya kesana. Tempatnya cozy banget! Sebelum masuk, pengunjung harus mendaftarkan di semacam buku tamu, namun digital (baik member maupun bukan). Jadi mengisinya ya, di komputer. Kemudian, masuk ke dalam, saya disuguhi banyak sekali buku. Surga! Kalau ingin membaca, bisa naik ke lantai dua. Biasanya lantai dua ini diisi dengan anak-anak sekolah (macam saya) yang ingin membaca, mengerjakan tugas, atau sekedar numpang wi-fi. Pokoknya asik! (Nanti akan saya tambahkan foto-foto Perpusarda Banyumas)

Jadilah saya mengikuti proyek yang diselenggarakan Mbak Ira ini. Berikut ketentuannya:
  1. Daftarkan diri kalian di kolom komentar di post ini dengan format: NAMA – LINK AKUN MEDIA SOSIAL (Facebook/Twitter/Instagram) YANG MASIH AKTIF DAN BISA DIHUBUNGI. Kalian bisa mendaftar kapan saja selama periode proyek ini yang berlangsung dari tanggal 1 Januari – 30 Desember 2016. Yang punya blog, dipersilakan membuat master post-nya juga.
  2. Pinjam dan baca buku dari perpustakaan di kota kalian.
  3. Share foto buku + kesan singkat kalian setelah membaca buku tersebut atau link review (kalau kalian mereview bukunya) di akun media sosial yang kalian daftarkan. Pastikan label buatan perpustakaannya terlihat di foto sebagai bukti kalau buku tersebut memang dipinjam dari perpustakaan. Jangan lupa mention dengan hashtag #pbbp di akun FB: Ira Mustika, akun Twitter: @irabooklover atau akun Instagram: @irabooklover.
  4. Setiap link mention yang memenuhi syarat (ingat harus ada foto buku dan kesan pendek atau reviewnya) yang masuk di akun medsos Mbak Ira akan dipilih secara acak di akhir periode. Akan ada hadiah untuk 1 link terpilih berupa buku pilihan sendiri senilai maksimal Rp100.000. Cuma 1 ? Jangan khawatir, Mbak Ira kemungkinan akan menambah jumlah link terpilih kalau pesertanya banyak ;) Seberapa banyak? Well, kita lihat saja nanti, mwuahahaha, *jahat XD
  5. Kalian boleh memention Mbak Ira berkali-kali untuk satu buku yang sama, tapi link yang dimasukkan ke dalam daftar undian hanya 1 link untuk setiap buku. Jadi semakin banyak kalian membaca buku perpustakaan, semakin besar kesempatan untuk terpilih ^_^
  6. Pemenang akan diumumkan diakhir periode saat membuat Wrap Up Post tanggal 31 Desember 2016 sekalian menghitung seberapa banyak buku yang sudah dipinjam dan dibaca Mbak Ira dari perpustakaan. Silakan laporkan hasil kalian juga di kolom komentar Wrap Up post nanti.
Oke, segitu aja. Saya In Sya Allah akan mengupdate progressnya. 
Cheers,
Ajeng.

Indonesian Romance Reading Challenge 2016


Hola-Holi-Holu!

Akhirnya Ajeng memutuskan untuk mengikuti Indonesian Romance Reading Challenge 2016 ini! Yeay! Tahu nggak sih, apa yang melatarbelakangi saya untuk mengikuti tantangan ini? 

Ketidakproduktifan saya dalam membaca buku. 

Sejak masuk SMA, saya merasa jarak di antara kami (saya dan buku tentunya) semakin merenggang. Literasi media yang dijadwalkan 15 menit sebelum masuk sekolah pun tidak membantu (justru membuat jadwal kepulangan semakin sore, huh). Praktis saja, 15 menit tidak akan cukup untuk membaca buku, yang akan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan dan kegiatan belajar mengajar.

Untuk mendekatkan kembali saya dengan buku, diputuskanlah untuk mengikuti ini. Di Goodreads saya juga sudah memasang target. Namun, karena novel bergenre romance adalah favorit saya, jadi.. Here I am!

Berikut peraturan dalam mengikuti IRRC'16:

1. Indonesian Romance Reading Challenge ini berdurasi selama satu tahun, dimulai dari bulan Januari sampai Desember 2016. 

2. Memasang button IRRC 2016 di sidebar blog kalian dan memberikan tautan balik ke link postingan ini. 

3. Disarankan membuat master post dan menautbalikkan ke link post ini. Dan pada akhir tantangan, dipersilahkan membuat wrap-up post sebagai rekap hasil bacaan selama setahun ini. Jika tidak membuat masterpost, mohon setelah mendaftarkan link blog kalian dan juga alamat email di kolom komentar, sebutkan level yang akan kalian ambil di kolom komentar. 

4. Bagi yang tidak punya blog, bisa membuat shelf di Goodreads dengan nama shelf "IRRC 2016" dan silakan daftarkan linknya di kolom komentar. 

5. Syarat buku bacaan yang dapat diikutkan dalam IRRC 2016 ini adalah:

- Buku yang dibaca adalah buku fiksi bergenre romance, boleh berupa novel, antologi, kumpulan cerpen, novella, dan sejenisnya; bukan komik dan buku nonfiksi

- Buku yang dibaca harus buku karya pengarang Indonesia, bukan buku terjemahan karya pengarang luar negeri. 

- Buku yang dibaca boleh terbitan dari tahun kapan pun, penerbit mana pun, asal masih memiliki nuansa romance di dalamnya. 

6. Diperbolehkan re-read atau membaca ulang. 

7. Diharuskan menyelesaikan bacaan dan membuat review. Review dapat ditulis di blog (tidak harus blog buku, tapi masih merupakan blog aktif), notes Facebook, atau review Goodreads. 

8. Buku-buku yang dibaca boleh digabung dengan reading challenges lain yang teman-teman ikuti. 

9. Teman-teman dapat memilih level challenge IRRC 2016 berikut ini : 

Easy : membaca 1 - 10 buku 
Middle : membaca 11 - 20 buku
Hard : membaca 21 - 30 buku
Maniac : membaca lebih dari 30buku

Naik level diperbolehkan. Mohon untuk memberitahukan lewat kolom komentar jika teman-teman berencana naik level.

10. Pendaftaran dibuka mulai hari ini, 12 Januari 2016 sampai 30 November 2016 

11. Update reading progress akan dibuka setiap tiga bulan sekali. Akan diadakan giveaway untuk peserta yang mengupdate progressnya saat link update dibuka.

Giveaway Indonesian Romance Reading Challenge 2016

1. Di akhir acara, akan dipilih 2 (DUA) orang yang menyelesaikan tantangan dengan jumlah buku bacaan terbanyak. Hadiah yang aku sediakan adalah voucher buku sebesar Rp200.000 (untuk pemenang pertama) dan Rp 150.000 (untuk pemenang kedua). Artinya, hadiah hanya berlaku bagi peserta yang berada di wilayah Indonesia saja.

2. Doakan saja ya kalau ada rezeki lebih banyak, mungkin ada penambahan hadiah. Dipersilahkan untuk kalian yang ingin menjadi donatur, dengan lapang dada aku akan menerimanya.

Jika ada masih yang kurang dimengerti dan ingin ditanyakan, silahkan layangkan pertanyaan di kolom komentar postingan ini, atau ke twitter @RizkyMirgawati atau via surel kikyavis[at]gmail[dot]com.

Oh ya, saya mengambil level Middle. Hehe, cemen ya? Syukur-syukur nambah.

Do'akan saya ya!