Thursday, 24 October 2013

Resensi Novel; White Lies by Riz Amelia


Judul: White Lies
Jenis: Fiksi
Penulis: Riz Amelia
Penerbit: Elf Books
Terbit: Desember 2012
Tebal: 316 halaman
Harga: Rp45.000,00
No. ISBN: 978-602-19335-4-1

Sebelumnya, Clara dan Elaine Fawne adalah saudara kembar yang terpisah oleh jarak karena orangtua mereka bercerai. Clara mengikuti ibunya--Eriko Inoue, sedangkan Elaine mengikuti ayahnya di Manhattan. Namun, kehidupan tidak selamanya berjalan dengan baik. Saat Clara memilih untuk pindah ke Manhattan, masalah mulai bermunculan. Sedikit-sedikit lama kelamaan menjadi bukit. Clara dijodohkan dengan Keane Ackley, idol papan atas yang sangat dikagumi Elaine. 

Elaine memiliki sifat tempramental--berkebalikan dengan Clara. Dan itulah yang menyebabkan kehidupan persaudaraan yang mereka jalani semakin rumit. Elaine tidak mengagumi Keane seperti penggemar kepada idolanya. Elaine mencintai Keane. Tapi, dibalik itu semua.. Elaine memiliki Kris. Sahabat yang sangat mengerti dirinya. Keane dan Clara, meskipun keduanya dijodohkan namun mereka tidak pernah melihat wajah satu sama lain. Keane setuju, sedangkan Clara tidak. Clara sangat memikirkan perasaan saudara sedarahnya tersebut

Hopla! Siapa sangka ini adalah rencana yang sudah disusun dengan cermat oleh seseorang untuk menjatuhkan Elaine? Dan untuk menjatuhkan Elaine ini bukan tanpa sebab. Siapakah orang tersebut? Apakah alasan yang digunakan untuk menjatuhkan Elaine Fawne?

Waktu pertama kali pegang novel ini langsung "Covernya lucuuuuk~" dan setelah dibuka halaman demi halaman... Bikin penasaran. Bahasa yang digunakan dalam novel ini juga ringan, enak dibaca. Cocok untuk bacaan selingan saat pelajaran ketika sedang santai-santai. Kalau lihat dari alurnya, ini cenderung seperti fanfiction ya menurut saya :-D Karena dengar-dengar juga ini novel dulunya ber-setting Korea, namun karena novel Korea yang sedang menjamur jadilah White Lies yang bisa kita jumpai di toko buku.

Kekurangan dari novel ini adalaaaah... Aaaak>< Sampai saya data nih, hehe.
  1. "Well, selamat datang kesialan" karena kata well notabenenya dari bahasa Inggris, dan ucapan disini di-italic. Seharusnya kata well tidak di-italic karena kata yang ber-bahasa Indonesia di-italic. (halaman 98)
  2. Meng-hindar. Kata ini tampaknya tidak perlu memakai ' - ' ya? (halaman 234)
  3. Ujar Elaine. Disini setelah saya lihat-lihat percakapan sebelumnya, ini adalah ujaran Clara. Bukan Elaine. (halaman 273)
  4. Deng an. Ini sih sepertinya typo ya? Hehe :-D (halaman 13)
  5. Clara membuka suara dan dari kursi depan Kris melirik lewat kaca spion. Ini sebelum 'Kris' perlu disisipi koma tidak ya? hehehe. (halaman 30)
Sudah sih, cuma itu saja. Kalau saya yang salah lihat (Aduh maluuuuu><) Langsung hubungi saya di @fsajeng ya :-) Dan kalau kata teman saya, peristiwa demi peristiwa terjadi secara tiba-tiba. Ini kata teman saya, lho. 

Dan... taraaaa... Ini beberapa quotes menarik dari White Lies.

Jika kau mencintai seseorang dengan begitu mudahnya, mungkinkah kau akan melupakan rasa tersebut dengan mudah? -Elaine Fawne 
Aku akan mempertahankannya. Untuk apa dilupakan? Cinta itu adalah anugerah terindah yang diberikan oleh Tuhan. -Kris
Kita tidak bisa membaca perasaan seseorang. Mungkin bagimu rasanya mustahil, tapi bagiku biasa saja. Cinta itu terkadang tidak membutuhkan hal-hal yang rumit. Cukup mengetahui kau nyaman ketika berada di samping seseorang, kau sudah bisa menyebut itu sebuah cinta. -Kris
Ternyata semua pria sama saja. Akan mengatakan gadis cantik sebagai tipe idealnya.
Itu lebih baik jika dia mencintaimu.
Cukup ya riviunya :-D Saya suka jalan ceritanya, konfliknya, dan saya greget sama si Eriko... Mamanya Fawne Sister. Dan saya paling suka dengan Elaine. Sama tempramen-nya dengan saya :P

Selamat malam Jumat!
Bukan Jumat Kliwon, kan?

Kabuuuur~

APAAN YA.

Akhir-akhir ini suka nggak jelas.

Kadang tiba-tiba ketawa sendiri.

Kadang mesem-mesem gila aneh.

Kadang sedih.

Kadang flashback tapi gak nggenah.

Kadang deg-degan tanpa sebab.

Yang jelas, itu semua disebabkan oleh sebuah hal.


Kenangan. 


Saturday, 19 October 2013

Rebes Rebes Buku....

Halo, Hai, Annyeong, Ohayou,  hm.. apa lagi ya? Yang jelas.... Mari beri sambutan untuk saya karena kembali dari meditasi, hiatus, sok sibuk, males urus blog, karena satu dan lain hal lainnya. Yah, akhirnya saya kembali...... Could I say, ‘Welcome to me?’


Pada sore di hari Sabtu yang mendung, setelah sakit hati dengan soal try out 2 saya memutuskan untuk rebes-rebes koleksi buku saya dari zaman purba (re:kelas tiga SD) sampai zaman modern ini (re:kelas sembilan SMP) Jadi, saya mau menunjukkan koleksi buku saya... Nggak bermaksud apa-apa kok.. Sekalian bikin inventaris gitu. Hehe..


1.KKPK 

·         3G Three Girls (Serenada Langit, Lingkar Pena, 2010) 
·         Shopaholic Girl  (Alya Nabila, Mizan, 2010)
·         The Magic Book (Qurrota Aini, Mizan, 2009)
·         A Nice Doll (Azharine, Mizan, 2009)
·         Beautiful Friendship (Yoviena, Mizan, 2010)
·         Roxy! Roxy! (Ghizadhia Amira, Mizan, 2010)
·         Roxy! Roxy! 2 (Ghizadhia Amira, 2010)
·         Pink Cupcake (Ramya Hayasrestha, Mizan, 2010)
·         Girls Rule (Husna dkk., Lingkar Pena, 2011)
·         Teman Tapi Musuh (Safina Fatiha, Mizan, 2010)
·         The Star Girls (Nisrina Hanifah, Mizan, 2008)
      I Love My Restaurant (Turfa’ Selmi, 2010)
Diantara tumpukan ini, 3G Three Girls dan Girls Rule bukan KKPK sebenarnya. Hehehe. Pertama kali baca KKPK punya teman, lalu maksa Ayah untuk belikan. Dan jreng jreng.... A Nice Doll adalah KKPK pertama saya. Dan yang terakhir, kalo tidak salah yang poin terakhir :-D KKPK rasanya menjadi teman bacaan saya dari kelas tiga hingga enam SD. Dan, saya selalu salut pada penulis KKPK ini.. Kecil kecil sudah berkarya. Berkebalikan dengan saya, saya suka menulis.. Tetapi lebih suka mengomentari atau lebih tepatnya mengkritik penggunaan bahasa yang kurang betul. Walaupun dulu saya masih SD, saya sadar betul perbedaan mana yang menggunakan EYD dengan benar dengan yang bukan. Mungkin nanti bercita-cita menjadi Editor? :-P Tapi maklum kok, namanya juga Kecil Kecil Punya Karya.


2. Tere Liye

  • ·         Moga Bunda Disayang Allah (Republika, 2006)
  • ·         Eliana (Seri pertama dari Anak-Anak Mamak, Republika, 2010)
  • ·         Negeri Para Bedebah (Gramedia Pustaka Utama, 2010)

Kelas tujuh, kayaknya nggak seru kalo baca KKPK lagi :-P Jadilah saya tertular virus Tere-Liye dari Sarah yang sepertinya memiliki semua novel Tere-Liye. Terima kasih, Sarah! Dari novel-novel Tere Liye, yang paling berkesan untuk saya adalah Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin. Yang tentu saja novel pinjam.

Oh, iya.. Sarah ini sudah menerbitkan buku, lho! Ini dia (Saya harus menjawab pertanyaan untuk dapat bukunya :-P) ini buku keduanya, kabarnya sih.. Sarah mau menerbitkan buku ketiganya di salah satu penerbit mayor. Eh, dengar-dengar kamu ikut lomba juga ya di penerbit yang sama? Good Luck, Girl.. 
Yuk mention twitternya Sarah :-D


3. Penerbit Haru.
Lalu, sejak saat itu (Ceilah) bacaan saya meningkat pesat. Saya mulai mengoleksi novel-novel Haru, karena menang giveaway iseng di salah satu fanpage. Kecup untuk mimin baik :-*
  • So, I Married the Antifan (Terjemahan, Kim Eun Jeong, 2012)
  • Cheeky Romance (Terjemahan, Kim Eun Jeong, 2012)
  • My Name Is Kim Sam Soon (Terjemahan, Ji Su Hyun, 2012)
  • Sweet Melody 1 (Terjemahan, Baek Myo, 2013)
  • Sweet Melody 2 (Terjemahan, Baek Myo, 2013)
  • Her Sunny Side (Terjemahan Jepang, Koshigaya Osamu, 2013)
  • Crying 100 Times (Terjemahan Jepang, Nakamura Kou, 2013)
  • Not Alone In Other Land (Nonfiksi, Lia Indra dkk., 2012)
  • Paper Romance (Lia Indra, 2013)
  • Ojou! (Andry Setiawan, 2013)
  • Bi! (Fei, 2013)
  • Oppa & I (Orizuka&Lia Indra, 2011)
  • Oppa & I : Love Missions (Orizuka&Lia Indra, 2012)

Novel-novel Haru ini, semuanya meninggalkan kesan manis untuk saya. Hehe, apalagi saya yang penikmat novel Romance (Aaak, ketauan><)  Tapi saya paling suka terjemahan Cheeky Romance yang kabarnya akan menjadi drama yang mulai tayang musim dingin tahun ini. Ah iya! So, I Married the Antifan juga mau dijadikan drama, lho. Dan dua terjemahan Jepang tersebut, sudah difilmkan. Ada yang mau kasih link downloadnya untuk saya? Hihi. Oh iya, 4 novel yang nggak ada di foto ini lagi digondol teman-teman saya ya, hihihihi.

fotonya kebalik. aaaak



4. Elf Books

  •  Perfect Ten (Delia Angela, 2012)
  • Super Girls (Sekuel Perfect Ten, Delia Angela, 2013)
  • Another Idol (Side story of Perfect Ten, Delia Angela, 2012)
  • BeLoverage (Catz Link dkk., 2013)
  • Karena Cinta (Monica Petra, 2013)
  • Kiss the Sky (Liz Lavender & Razel Raddian, 2012) 
Percaya atau nggak, semua buku diatas (Selain beLoverage) itu adalah hasil giveaway dan lomba resensi yang diadakan Elf Books, lho. Bukunya juga nggak gacin aka gagal cinta, lol. Jadi, bagi yang suka gratisan. Jangan menyerah, kita seperjuangan!'-')9

6.Giveaway


Itu semua hasil perjuangan saya mengikuti kuis di mana-mana. Sebenarnya sempat kesal sama seorang admin yang salah memberi buku :'( Harusnya dapet White Lies, tapi justru Another Idol. Ya sudahlah, wong dikasih yo gak boleh nawar. Eh, tapi kalau yang My Name Is Kim Sam Soon itu karena saya rajin beli novel-novel Haru, dapat placebo (Seperti kupon) yang kalau dikumpulkan dapat hadiah yang diinginkan. Nah, saya memilih itu. Hehehe. Cuma sedikit ya hadiah bukunya? Monggo yang mau kasih ke saya. Nanti bakalan di riviyu kok :p Oh iya, itu ada satu yang belum ada dari data di atas, If I Stay (Terjemahan, Gramedia Pustaka Utama, Gayle Forman, 2011) Paling suka dapat yang bertanda tangan penulisnya :p (Oppa&I;Love Missions, Super Girls, Perfect Ten) dan yang datang ke rumah dengan keadaan sudah di sampul (If I Stay) Peluk dan cium untuk penyelenggara kuis-kuisnya. Menangin saya lagi ya :p

7. Uncategorized

Novel tidak-berkategori disini ialah....
  • Why? Information & Technology (ini sebenarnya bukan novel ya, tapi saya masukkan saja hihi)
  • Sepatu Dahlan (Noura Books, Khrisna Pabichara, 2012)
  • Bliss Bakery Trilogy #1 (Noura Books, Terjemahan, Kathryn Littlewood, 2012)
  • Gadis Kecil di Tepi Gaza (Diva Press, Vanny Chrisma W, 2011)
  • A Little Princess (Terjemahan, Gramedia Pustaka Utama, 2010)
  • Five Stars #1 (Terjemahan, Bentang Belia, Guiyeoni, 2012)
  • The Queen at War (Terjemahan, sekuel The Queen Must Die, Metamind, K.A.S Quinn, 2013)
Hm, ada yang mau belikan saya Five Stars volume 2? Diantara novel ini, saya paling suka poin terakhir :-D


Sedangkan ini adalah bukan-novel-yang-saya-punya.
  • Hai, Miiko! #7 (Komik, Gramedia Pustaka Utama, Ono Eriko, 2010)
  • Hai, Miiko! #10 (Komik, Gramedia Pustaka Utama, Ono Eriko, 2010)
  • LoeLebay (Mizan, PinkBerry, Rizky Nur Fajri, 2011)
  • Mom (Mizan, PinkBerry, Mia Marifah, 2011)
  • Serial Li-El (Kumpulan Cerpen, Gramedia Pustaka Utama, Maria Wiedyaningsih)
PinkBerry ini saya rasa kakaknya KKPK ya, ceritanya masih rada gacin. Hehehe, sedangkan Serial Li-El itu adalah bonus yang saya dapatkan dari majalah Bobo>< Siapa yang nggak tahu Li-El, serial dua minggu sekali yang muncul di Majalah Bobo. Sekarang masih ada nggak? Lain dengan Miiko-chan, tadinya saya punya ada sekitar 5... kok tinggal dua.. hiks. Miiko ini suka dibaca oleh adik saya yang kelas lima dan kelas dua lho... Turun temurun, xixixi

Akhirnya.... Selesai juga. Ini saya juga secara tidak langsung mengarsipkan buku-buku saya. Ada yang mau membantu menghitung jumlah totalnya? Dan dari dulu, request rak buku sama ortu belum juga dikabulkan... hiks. Ini koleksi (sedikit) saya, bagaimana dengan koleksimu?

Selamat bermalam minggu, jomblo!
Jangan lari dari kenyataan!

Xoxo,
bonus selca dari saya




Saturday, 18 May 2013

beLOVErage's review!




Judul: BeLOVErage
Penulis: Delia Angela, dkk.
Tebal: 204 halaman
Terbit: Februari 2013
No.ISBN: 978-602-19335-6-5
Harga: Rp35.000,00,-


Di lemari dingin selalu ada ‘obat penghilang stres. Cola sudah seperti pelengkap hidup bagi Kate Watson—seorang penulis yang dijuluki ‘The next J.K Rowling’. Ia juga yakin, sensasi cola-nya menjadi mahal apabila diminum dengan gelas antik. Namun bagaimana bila cola yang dapat memberikan sensasi ledakan di perut tersebut membawanya ke dimensi lain, lalu bertemu dengan Daniel Williams yang menyebabkan ia tidak mau kembali ke asalnya? 

Sedangkan Emma yang menjumpai seorang penggila coklat hangat bernama Stan yang selalu memadukan secangkir coklat hangat dengan segala makanan. Apakah alasan Stan memadukan secangkir coklat dengan makanan apapun yang membuat Emma melontarkan protes-protesnya? 

“Ayo, satu sedotan saja. Akan terasa wangi kopi dan alpukat yang bercampur menjadi satu. Kalau kamu mau tahu rasa cinta di dunia ini,” bujuk Egan.  Idenya memang gila, mencampurkan jus alpukat yang dibenci Lishan dan kopi kesukaanya menjadi satu. Namun Coffee Avocado racikan Egan meninggalkan rasa yang tak terlupakan bagi Lishan. Coffee Avocado—percampuran antara pahitnya kopi dan lembutnya alpukat. 

Lain halnya dengan Kyla Seng—mantan top model yang frustasi sehingga menghabiskan malamnya dengan bergelas-gelas bir. Sampai seorang bartender gadungan yang sewot di tahun kedua Kyla menjadi pecandu bir merasa jengah dengan kecanduannya terhadap bir. Pertemuannya dengan bartender tadi yang ternyata adalah seorang dokter menjadi titik balik hidupnya. Memang, apa yang menyebabkan ia menjadi pecandu bir? Ah, setiap manusia pasti memiliki sisi kelamnya masing-masing, bukan?

Sejak saat itu Ethan mengenal dua definisi untuk ‘Margarita’;Minuman cocktail dan seorang perempuan cantik yang tak terlupakan. Kenangan Ethan bersama ‘Margarita’—begitu wanita misterius itu meminta Ethan memanggilnya. Akankah Ethan menemukan gadis misteris dan mengetahui namanya? Dan—hei! Apa sebenarnya yang menyebabkan si wanita misterius tersebut tidak mau memberitahu namanya?

Jeng jeng jeng~~~ Datang lagi review saya yang kedua ini :)
 
Kumpulan cerpen ini menyediakan tema yang menarik, apa itu? Minuman, seperti judulnya yakni beLOVErage. Kisah-kisah cinta yang dikemas apik dalam berbagai minuman yang sambil membacanya juga bisa ikut merasakan nikmatnya minuman tersebut

Delia Angela berkolaborasi dengan Liz Lavender, Catz Link, Try Novianti dan Lily Zhang menyuguhkan sembilan kisah-kisah yang sayang untuk dilewatkan. Dan yang menjadi daya tarik tersendiri, dalam kumpulan cerita ini ada ilustrasi di masing-masing cerita yang usut-punya-usut ternyata dibuat oleh Catz Link J  Kovernya pun menarik dengan warna-warna cerah, kalau ditanya kover terbitan Elf Books yang paling disukai, saya akan memilih beLOVErage :D

Sekian review singkat dari saya, selamat weekend!

Friday, 22 March 2013

Novel-Review; Love Letter to Mr.Arrogant

< Bocah itu dijuluki: Si Pangeran Congkak! Sombong dan tak punya kawan. Tak peduli dengan orang-orang di sekitarnya. Hanya ada seorang anak perempuan yang nekat menitipkan cintanya melalui sepucuk surat. Surat yang diselipkan di dalam komiknya ... tak pernah dibuka ...>



Park Jong Hyun, Si Pangeran Congkak yang sedang menempuh studi di Jepang memutuskan untuk menghabiskan liburannya di tanah kelahirannya. Korea Selatan. Ia lalu bertemu dengan Lee Yeon Soo, gadis tetangga sebelah yang selalu ia lihat melalui balkon rumahnya. 

Yeon Soo bertanya-tanya dalam hatinya, apakah itu Jong Hyun yang dahulu? Jong Hyun, anak rumahan yang congkak dan tidak peduli pada keadaan sekitar? Tapi, mengapa sifatnya kini berubah? Menjadi seorang yang ramah dan dikagumi oleh pengunjung toko bunga tempat bekerja Yeon Soo. Yeon Soo tidak yakin.

Lalu Jong Hyun menemukan sebuah surat cinta di laci mejanya yang masih terlipat rapi. Sebenarnya.. Surat cinta itu dari siapa? Apakah dari gadis tetangga sebelah?

Tiga bintang deh buat novel ini. Penataan bahasa dari Ashter Joon yang menarik, tapi mungkin ada beberapa poin yang luput. 

 as we know that di Korea Selatan jarang sekali ada orang yang memiliki rumah pribadi, bukan apartemen. Dan yang paling menonjol , disini banyak sekali kalimat sejurus kemudian

Belum puas rasanya kalau belum baca sampai selesai. Ini salah satu novel yang tergolong easy-reading tapi bikin penasaran yang dapat diselesaikan dalam satu malam. 

About Ashter Joon~

Love Letter to Mr.Arrogant adalah novel kedua penulis setelah Annyeonghaseyo, Cinta! Sebagai informasi, penulis yang berasal dari Kendal ini adalah penyuka musik bergenre Kpop, Jazz, Instrument. Hobinya adalah mendengarkan musik, menulis dan Kpop. Penulis bisa dihubungi di twitternya, @ashterjoon.
Lebih jelasnya, klik disini.

Sekian review buruk dari saya. Selamat Weekend!


Heran, Bingung, Senang--Atau Apa Namanyalah Itu..

Akhir-Akhir ini sering parno.. 
"Salah siapa suka dengerin cerita horor dan denger lagu Lingsir Wengi"

Terjebak diantara persepsi "Mandi pake air hangat itu kayak anak kecil" dan "Mandi pake air dingin justru udah nggak zaman".

Entahlah. Bulan Maret sudah hampir habis, sedangkan dulu pernah janji kalau mau ikutan lomba cerpen. Deadline tanggal tigapuluh, meanwhile cerita macet di tengah jalan. Atau target lomba  surat tentang air yang hadiahnya lima belas juta. Tapi sampai sekarang nggak pernah kepikiran. 

Apa memang 'gue' kebanyakan target sampe-sampe kesemua targetnya nggak keurus?

Udahlah. Yang lalu biarkan aja berlalu. Mari sambut bulan April yang ceria dengan harapan-harapan baru. 

Dengan target (Yang selalu didoakan disela-sela Adzan dan Iqomah biar dikabulkan) sebagai berikut;
  • Menyelesaikan seperempat targetan novel yang jarang disentuh.
  • Bertemu dengan nilai yang gemuk gemuk.
Such a simple target. Maybe. 
But pencapaiannya itu. 
Yang baca, doakan ya!!! 

Sekian curahan hati labil di hari Jumat.

Saturday... I'm coming~ 

Monday, 11 March 2013

Haru dan Aku: We Are One!


Haru, dalam bahasa Jepang berarti musim semi. Dalam bahasa korea artinya hari. Sedangkan dalam bahasa Indonesia sendiri artinya turut terlarut dalam kesedihan atau kesenangan seseorang. Nah, maksud ‘Haru’ yang satu ini apa, ya? Apa mungkin, Penerbit yang lahir pada musim semi, lalu melewati hari-hari dengan penuh keharuan? Ah ini ngaco.

Memang sih, baru kenal penerbit haru kira-kira dua-tiga bulan. Tapi, rasanya udah kayak kenal lama banget sama penerbit haru ini. Dari pertama beli novel Oppa&I seri pertama, udah jatuh hati sama penerbit haru. Jatuh hati di kovernya yang unyu unyu cute, font-nya yang cocok, and many more. Habis  tahu ada sequel Oppa&I, langsung baca dan akhirnya tertarik dengan novel-novel Haru yang lain.
Lalu lanjut baca Cheeky Romance dan—lagi lagi—jatuh hati sama penerbit haru. Fyi, Cheeky Romance novel paling bikin greget berdebar-debar, dan bela-belain tidur jam satu malam cuma buat nyelesein Cheeky Romance. Such a my favorite novel on 2012.

Tapi, seperti pepatah nobody’s perfect.. Yang ternyata juga berlaku di penerbit satu ini. Dalam Cheeky Romance dan novel-novel terjemahan lain, kata ‘memunyai’ mungkin bisa diganti menjadi ‘mempunyai’. Pada novel So, I Married the Anti-fan.. kenapa kertasnya buram? Itu membuatku berpikir dua kali sebelum membelinya. Dan juga, masalah font dan beberapa pembatas buku yang sedikit ‘bermasalah’. Dalam novel-novel tipis seperti Oppa&I, it’s ok font-nya kecil. Namun, dalam novel-novel tebal.. penggunaan font yang kecil dirasa kurang cocok. Pada novel Oppa&I pertama, apa memang tidak disertakan pembatas? Di So, I Married the Anti-fan juga pembatasnya kecil dan hampir susah menemukannya kembali ketika diselipkan di tengah-tengah halaman.  Yang terakhir, entah kenapa aku kurang suka kover novel Bi!. Kovernya terlihat terlalu monoton dengan kurang ilustrasi. Tapi, kekurangan-kekurangan haru selalu bisa tertutupi dengan kelebihan-kelebihannya :)

Ada kekurangan, pasti ada juga kelebihan, kan? Begitupun dengan penerbit terfavoritku ini. Kover-kovernya hampir semua menarik, seperti pada novel Ojou! Yang baru terbit akhir-akhir ini. Atau pada kover Oppa&I: Love Missions. Walaupun kaki-kaki mereka terlihat sangat jenjang dan dengan tubuh kurus kurus, menurutku kovernya sangat menggambarkan isinya. Penulis-penulis haru juga terbukti semua berkualitas, semua novel haru yang aku baca rata-rata bikin aku kesengsem(?) Novel terjemahan dan novel lokal pun disini sama sama bersaing, kalau aku misalkan, Kim Eun Jeong vs Lia Indra Andriana. They all a great writer !  Dan yang paling disukai member-member penerbit haru, penerbit haru sering adain kuis walaupun aku nggak pernah menang saat haru mengadakan kuis.

Harapanku untuk penerbit haru, kedepannya.. Menerbitkan novel-novel terjemahan Kim Eun Jeong lebih banyak (yang ini maksa),  kovernya lebih cute&adorable lagi, pendistribusian tambah merata (fyi, novel Bi! Sampai saat ini di toko buku kotaku belum ada L padahal pengin cepet-cepet baca), terus menerbitkan novel dari karya penulis berkualitas, admin-adminnya lebih aktif lagi dan terus berkreasi. Suatu saat juga sebenarnya aku ingin bergabung dengan penulis-penulis haru, semoga bisa tercapai. Ah iya, sering-sering mengadakan kuis gratis juga karena member-member haru suka banget yang namanya gratisan. Termasuk aku.  

Semoga Penerbit Haru adalah penerbit termashyur di kemudian hari yang karya-karyanya akan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

And the last.. Kenapa penerbit haru hanya menerima naskah dari umur lima belas tahun ke atas? Aku juga ingin karyaku diterbitkan oleh penerbit haru. Penerbit haru.. Daebak!! Jjang!!

 


Saturday, 9 March 2013

Angkutan Umum; Antara Merakyat atau (memang) Rakyat Jelata?



Menjadi seorang pelajar tentu tidak lepas dari kendaraan yang bernama angkutan—atau lebih sering kita sebut dengan angkot. Bagi kita-kita yang belum diperbolehkan membawa kendaraan sendiri, tidak punya, tidak ada orang yang bisa mengantar-jemput.. Tentunya Angkot ini adalah alat transportasi alternatif yang diminati oleh kaum pelajar karena harganya yang relatif murah.

Tapi tentunya dibalik sesuatu pasti ada suka dan dukanya, bukan?

Yang saya suka ketika menaiki angkot ini adalah, angkot ini memiliki banyak surprise tak terduga. Pernah suatu kali saya bertemu dengan teman satu SD dulu—and see, I’m so excited about that. Atau, paling tidak bertemu dengan orang-orang yang menarik.

Tapi, tampaknya lebih banyak hal yang saya benci. Yang pertama, apabila menunggu ‘si’ Angkot ini terlalu lama sementara saya sudah dikejar waktu. Kedua, ketika angkot ramai—yang didominasi para pelajar—dan see, saya harus bermandi keringat campuran para pelajar. Ugh.. Atau ketika angkutan sepi peminat, alias hanya sedikit penumpang. Sang supir akan sangat santai menyetir, oke. Kalau sedang tidak terburu-buru mungkin tidak akan menyebalkan. Tapi, apabila saya terburu-buru dan si supir masih dengan woles-nya menyetir sambil nge-tem berlama-lama.. Itu pantas, kan disebut menyebalkan? Atau ketika ada penumpang yang ngomel-ngomel karena angkot nggak jalan? Dan yang paling menyebalkan adalah, ketika saya sebagai penumpang dioper-oper ke angkot lain karena berbagai alasan si supir.

Dari Angkot pula-lah saya belajar banyak hal. Belajar untuk saling tolong menolong, ketika seorang nenek tua renta dengan susah memindahkan dagangannya yang berat untuk dinaikkan ke angkot. Masa iya kita mau duduk diam dan hanya melihat? Tentu enggak dong. Lalu, ketika ada ibu-ibu dengan anak kecil yang rewel.. Ada baiknya kalau kita pasang tampang sok imut, atau paling enggak, ngajakin si adik main Ciluk Ba…

Nggak mau naik Angkot karena gengsi? Wah, gengsi itu rasa yang cukup mengganggu ya. Kalau pengin hemat dan merakyat, Angkot inilah jalannya. Buang jauh-jauh gengsi itu. Daripada nggak dijemput, lebih baik naik Angkot kan?

Yah, sebenernya ini curcol saya sih karena hari ini harus naik tiga Angkot berturut-turut untuk sampai ke rumah. Ngeselin? Iya. Capek? Of course. Tapi, seru juga.

So, jangan gengsi buat naik Angkot ya Guys^^~ Naik angkot itu bukan berarti rakyat jelata yang kamseupay itu kok.. Naik Angkot itu  kayak Menembus Atmosfir Berlapis-lapis.. Meluncur Bareng Paus Akrobatis, Menuju Rasi Bintang Paliiiiing Manis ^__^ 

Friday, 8 March 2013

Novel-Review; Another Idol



Judul: Another Idol

Penulis: Delia Angela

Penerbit: elf books

Terbit: Agustus 2012

Harga: Rp33.000,00,-

ISBN: 978-602-19335-1-0

(From Popular Online Novel on Twitter)

Bagaimana perasaanmu bila menonton konser boyband idolamu dan diajak langsung oleh salah satu membernya untuk ke belakang panggung untuk bertemu langsung secara ekslusif dengan mereka? Seperti itulah yang dialami oleh Jooyeon.

Jooyeon yang mengidolakan Jongwoon—salah satu member Perfect Ten—justru diajak ke belakang stage oleh Jinho. Jooyeon mau tidak mau akhirnya menuju stage belakang. Tapi, kejutan selalu bertebaran di mana-mana. Saat Jinho mengenalkan Jooyeon pada member-member lain, Junsu—leader dari Perfect Ten—justru mengatakan bahwa Jooyeon adalah wanita yang dipilihkan ayahnya untuk dijodohkan dengannya.

Setelah pertemuan tidak diduga tersebut, lambat laun Jooyeon menjadi akrab dengan Jinho. Mereka sering menghabiskan waktu bersama. Sementara itu di sisi lain, Junsu secara sembunyi-sembunyi mulai menaruh hati dengan Jooyeon. Jooyeon mulai dibenci oleh P-Ten—nama fans dari Perfect Ten—dan disaat itu, ia hanya ingin untuk kembali lagi ke kehidupan normalnya. Tanpa Perfect Ten, tanpa Junsu, tanpa Jinho. Oh, kenapa masalah kecil selalu bercabang-cabang sehingga menjadi masalah besar? Jooyeon benci itu. Keadaannya rumit.

Bagaimanakah kehidupan Jooyeon selanjutnya?

Apakah ia tetap dibenci oleh P-Ten?

Bagaimana kelanjutan hubungannya dengan Jinho? Atau justru berpaling dan mencintai Junsu?

Olala, takdir memang penuh dengan kejutan.

Begitu juga di dalam novel ini. Delia Angela meramu novel ini dengan sedemikian rupa sehingga membuatnya penuh dengan kejutan. Belum afdol rasanya jika belum menyelesaikan novel ini hingga halaman terakhir.

(Untuk informasi; Novel ini adalah side story dari novel Perfect Ten yang lebih dulu diterbitkan, jadi kalau mau lebih lengkap lagi.. Yuk baca Perfect Ten juga^_^)

Such a Great Novel what makes me kesengsem (?)^^ 

Novel-Review; The Bliss Bakery Trilogy #1


 Judul: The Bliss Bakery Trilogy #1

Penulis: Kathryn Littlewood

Penerbit: Noura Books

Genre: Humor-Fantasi

Terbit: November 2012

Tebal: 308 Halaman

Harga: Rp49.500,00,-

ISBN: 978-979-433-690-8

Musim panas itu, Rosemary Bliss melihat ibunya mengaduk halilintar ke dalam semangkuk adonan dan semakin yakin bahwa orangtuanya menggunakan sihir di Toko Roti Bliss. Rahasianya ada pada sebuah buku resep Bliss Cookery Booke. Namun, apa jadinya jika Rose dan Ty memutuskan bereksperimen dengan beberapa resep saat orangtua mereka pergi? Yah, beberapa Muffin Asmara dan Cookie Kebenaran sepertinya tak akan menimbulkan masalah,bukan? 

"Lezat dan sangat lucu"—Wall Street Journal 

Rosemary Bliss adalah anak kedua dari pasangan pembuat roti termasyhur di kotanya—Purdy dan Albert Bliss. Dari ketiga saudaranya, Rosemary adalah satu-satunya anak yang mewarisi bakat ayah dan ibunya.

Tapi toko roti Bliss memang tidak seperti toko roti biasa, ternyata Keluarga Bliss memiliki buku roti sihir yang diwariskan secara turun-temurun oleh buyut-buyut mereka. Dan keyakinan itu semakin kuat ketika Rosemary mendapati ayah-ibunya dapat menyembuhkan segala macam penyakit dengan sebuah kue.

Tentu saja bahan yang diperlukan bukan bahan biasa, terkadang Albert dan Purdy memerlukan bahan yang tidak lazim seperti Angin pertama musim panas atau petir di bukit tertinggi.

 Namun orang tuanya merahasiakan hal ini pada semua anak-anaknya, tidak terkecuali untuk Rosemary. Mereka bahkan tidak mengizinkan anak-anak mereka untuk sekadar menyentuh buku masak sihir itu.

Keadaan berbalik ketika Purdy dan Albert dipanggil untuk menuntaskan masalah kesehatan di kota tetangga. Rosemary menjadi pemegang kunci lemari buku masak sihir tersebut dan ditambah dengan kehadiran Lily yang mengaku sebagai bibi jauh mereka.

Akankah Rosemary berani mengambil buku tersebut?

Siapakah sebenarnya Lily—yang mengaku-ngaku sebagai Bibi jauh anak-anak Albert?

Diramu dengan apik oleh Kathryn Littlewood yang berprofesi sebagai Penulis yang merangkap aktris, komedia dan bon vivant di New York membuat pembaca sulit berhenti membaca sebelum rampung. Novel terjemahan ini pertama kali diterbitkann oleh Noura Books pada November 2012. Sangat cocok untuk pembaca yang menyukai novel bergenre Humor-Fantasi.

The Bliss Bakery Trylogy #1 adalah seri pertama yang akan berlanjut ke seri kedua—So, jangan lupa ingatkan saya untuk membuat reviewnya yang kedua :p 

Tuesday, 5 March 2013

8 month in Ar Rohmah

Waktu itu berlalu dengan cepat
Yup, rasanya kata-kata itu bener banget.. Mengingat jika waktu selama delapan bulan itu cepet banget. Ya, delapan bulan. Delapan bulan di kelas delapan. Satu tahun delapan bulan di Sekolah Menengah Pertama. Delapan bulan penuh warna.

Kalau ibu hamil delapan bulan itu udah berkembang(?) Nah, kalau delapan bulan yang ini lain lagi. Delapan bulan ini sama sekali nggak berkembang. Berkembang dalam konteks kecerdasan, kegaulan(?) dan lain lain. Mulai dari masalah yang rasanya nggak pernah berhenti, kecerdasan yang nggak nambah nambah dan persoalan rumit lainnya. Tapi, sadar nggak sadar persoalan-permasalahan itulah yang membuat hari-hari selama delapan bulan ini lebih berwarna.

Awal-awal kelas delapan (Sekitar bulan Juli-September) itu rasanya bener-bener monoton. Gitu-gitu aja. Kelas kita (Ar Rohmah) emang bukan dikenal sebagai kelas yang heboh seperti kelas lain,  tapi kelas kita itu ya kaya punya keistimewaan tersendiri. Sampai akhirnya, masa-masa kejayaan tersebut tiba. Kami memenangkan kejuaraan kebersihan sesekolah. Emang sih kelihatannya biasa banget, tapi ya bagi kami yang baru sekali ini menang, apa itu nggak termasuk luar biasa? Lalu berlanjut dengan classmeeting. Kami memang nggak memenangkan lombanya, tapi kami berusaha untuk menjadi supporter terheboh. Kita nggak peduli mau dikira gila atau bagaimana, yang jelas saat itu kita berjuang banget biar dapetin juara itu. Hasilnya? Berbuah manis :) Kita berhasil mengalahkan kelas sebelah yang notabenenya kelas ter-rusuh. 

Nggak berhenti di situ aja, ah iya.. Waktu awal-awal juga kami sempat memenangkan Juara 3 lomba desain kelas. Masih ingat jelas, waktu itu ada temen kayak "Kalau kita nggak menang, copotin aja yuk desain-nya" Tapi ternyata menang, walau cuma juara tiga tapi itu berkesan banget bagi kita. Dan itu mulai klimaks-klimaksnya kita ngerasain satu. Satu dalam artian satu jiwa, satu raga, saling melengkapi dan saling membutuhkan. 

Lalu dilanjut dengan Open-House, Pulang sore, latihan lomba, desain bazaar dan njagain bazaar. Guys, itu Open House terakhir kita di SMP. Ah, jadi klise. Saat team assembly kita tampil dan kita yang nonton heboh sendiri tepuk tangan dan nyanyi-nyanyi.. Itu indah banget, beneran :)) 



Tapi hidup nggak selamanya lancar. Ya, begitupun kebersamaan kami. Kadang-kadang ada 'konflik' kecil yang menyebabkan kesatuan kami sedikit retak, tapi selama kita berpikir "Konflik itu adalah sesuatu yang akan kita tertawakan di kemudian hari" ,masalah nggak akan bertambah beban. 

Dengan tiga puluh empat bintang, dua matahari... Semoga kebersamaan kita nggak akan berakhir. Tiga puluh empat murid, dan dua wali kelas kami yang senantiasa menyinari kami. Ar Rohmah... Yang akan dikenang..