Thursday, 28 January 2016

Bali 2015: Excitement & Vexation (Part 2 of 5)

Selamat Hari Jumat!

Lama sekali sih, jarak antar part-nya? *sobs* Setelah diprotes teman-teman (nggak ding, kita lebih ke frienemy yak), akhirnya saya mengumpulkan nyali untuk melanjutkan post-an Bali ini. Yeay!

Jadi, cerita ini dimulai ketika saya membuka mata di hari kedua dalam perjalanan #Smada17 ke Bali. Saya terbangun pada pukul 2 ketika bus berhenti di SPBU. Entah untuk mengisi bahan bakar atau sekedar menumpang buang hajat. Pokoknya, saya itu punya kebiasaan kalau setiap kendaraan berhenti, saya langsung sadar. Hehehe. 

Menurut booklet yang berisi itenerary kami, harusnya sudah menyeberang pada pukul 1 dini hari. Namun, kenyataannya kami baru sampai di Pelabuhan Ketapang pada pukul 2 dini hari. Saya sudah siap-siap minum antimo, ternyata sampai subuh belum juga menyeberang dikarenakan bus yang bertumpah ruah di pelabuhan, maklum saja, musim liburan. 

Kurang lebih begini antriannya, hanya saja isinya kebanyakan bus atau truk. cr: Google Image.
Di Banyuwangi, pada pukul 5 pagi, sudah seperti pukul 6. Mungkin karena dekat-dekat Bali yang notabene GMT+8. He, sok tau. Dan ngeselinnya, kejadian bertemu ibu-ibu rese di WC umum terulang lagi. Hal ini membuat saya bersumpah untuk tidak menjadi ibu-ibu rese kelak.

Sembari menunggu bus mengantri agar dapat naik kapal dan menyeberang, saya dan teman-teman duduk-duduk di emperan. Bayangin deh, seharian belum mandi, badan remuk, muka kucel, heuh. Udah kayak pengemis kali yak. Finally, jam setengah tujuh pagi, akhirnya bus 4 masuk kapal feri. 

Beginilah foto di dalam kapal, penuh manusia-manusia yang ingin segera sampai di Pulau Dewata.

Saya dan teman-teman juga baru dapat tempat duduk di saat mau sampai. Nasib. 

Happy to see the sea!
Kurang lebih satu jam perjalanan, akhirnya kami sampai di Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Horray! Pada saat itu pukul setengah sembilan WITA.

Suasana pelabuhan yang tidak pernah tidur.
Begitu keluar dari kapal, saya berteriak di dalam hati "Akhirnya, first step di tanah Bali! Yooho!" Setelah itu kita kembali ke bus, melanjutkan perjalanan ke Bedugul. Tidak lupa untuk menge-set jam di ponsel menjadi WITA. 

Sebelum sampai ke Bedugul, mampir dulu di RM Soka untuk MCK dan sarapan. Akhirnyaaaa, mandi jugaaa. Hahaha. Oh ya, sebelumnya kami sekelas (XI IPS) sudah bersepakat untuk memakai jersey kelas yang berwarna merah menyala, seperti jersey milik MU gitu, di hari pertama di Bali. Ada kesepakatan begitu, ya saya mengepak jersey di tas ransel, dong. Welahdalah, nyatanya nggak jadi pakai jersey. Kzl. Baju saya yang lain di koper yang terletak di bagasi bus. Malas ah, bongkar-bongkar. Saya pakai jersey aja, membedakan diri. 

Setelah bersih-bersih, kami sarapan. Menunya ayam (kecil banget, bok), sayur sop, dan telur rebus dengan sambal (sedikit sekali). Saya pribadi nggak rekomen sih, di RM Soka. Menunya gitu deh. Nggak sesuai dengan lidah Jawa saya. Cuma, kamar mandinya enakeun, ada showernya. Bayar IDR 3K, tapi worth it, kok. Banget. 

Kemudian, kami melanjutkan perjalanan ke Bedugul. Sekitar 2,5 jam perjalanan dari RM Soka. Saya tidur, dong. Hehehe. Lalu terbangun karena teman-teman yang berisik, ternyata di perjalanan (sudah dekat ke Bedugul) banyak monyet-monyet. Otomatis pada bersahutan melontarkan jokes yang berkaitan dengan monyet. Tipikal.

Setelah melewati jalan meliuk-liuk dan disajikan pemandangan yang ciamik abis, akhirnya kami sampai di Bedugul. 

Jepretan saya, ini danaunya btw.
Ini lho, yang ada di uang seket ewu-an itu. Credit: Google Images.
Saya nggak sempat ke pura-nya karena waktunya habis untuk sholat dhuhur jama' qashar taqdim dengan sholat ashar. Dengar-dengar juga, ada kejadian tidak mengenakan yang terjadi pada teman saya di sana. Wanita yang sedang berhalangan tidak dianjurkan untuk memasuki pura, saya sih nggak percaya ya akan terjadi hal-hal yang tidak enak begitu. Tapi untuk menghormati adat budaya Bali, kenapa tidak?

Pihak Mulia Tour-nya juga malesin, kita disuruh cepetan. Apa-apanya diburu-buru, apalagi kalau di objek wisata, padahal kalau sedang belanja nggak dicepet-cepetin. Heran, bro. Lagi, saya nggak rekomen si tour ini. Hhhh.

Setelah foto-foto, kami melanjutkan ke Joger. Di sini, itinerary dibalik. Hari ketiga menjadi hari pertama. Tuh kan, makanya saya nggak rekomen. 

Di Joger, LAMA BANGEEET MAU MATI. Saya  dan teman-teman saya (Monchan, Litta, Rini, dan Vani) memutuskan untuk kembali ke bus dengan tangan kosong. Di bus, kami nungguin yang lain. Dari pukul setengah enam sore, sampai jam sembilan kurang. Gila gak tuh. Saya sangat menyayangkan pihak tournya, kenapa di sini nggak caket-caket? Kalau begitu kan kita jadi punya waktu istirahat banyak. Untuk membunuh waktu, kami yang ada di bus 4, karaokean dengan supirnya. 

Jam 10 atau 11 malam, kami mampir ke Cening Bagus untuk makan malam dan beli oleh-oleh. Nyicil, gitu. Disitu, saya udah bete maksimal. Udah capek dan ngantuk, justru disuruh makan. Menunya ayam (sampai bosan saya menulis ayam), tempe, sama ikan apa gitu (which is saya nggak ngambil). Teman-teman saya juga ada yang komplain kalau menunya ada yang basi gitu. Mana suasananya nggak kondusif banget lagi, untuk makan di tengah malam. Jadi di sana disediakan panggung untuk menyanyi gitu. Ya kalau yang nyanyi bagus sih, nggak papa. Yang nyanyi out of tune, miss lyrics. Saya nggak rekomen juga makan di sini. Tapi kalau untuk pusat oleh-olehnya, lumayan. Saya beli pie susu cening bagus, kacang disko, gantungan kunci, kopi bali (nggak ada faedahnya sih beli ini wkwkwk), sama totebag buat tempat barang. Biar keren gitchu.

Setelah itu, akhirnya kita ke hotel. Hotel Nuansa Indah. Habis ada kasus anak SMP jatuh dari jendela hotel ini, kemudian meninggal. (Bisa googling untuk lebih lengkapnya). Dan ada gossip nggak enak tentang hotel ini. Untungnya kami baru tau kasus tersebut setelah sudah pulang. Jadi kami tenang-tenang aja saat itu. Satu kamar untuk 4 orang, saya bareng Monchan satu kasur (hiiiy), ditemani Een dan Litta di kasur sebelah. Mandi, kemudian bersiap untuk tidur, hitung-hitung mengumpulkan energi untuk esok hari.
Hotel Nuansa Indah, tampak depan.
Sudah dulu ya, part 2-nya. Sampai jumpa di Part 3! Ciao!

No comments:

Post a Comment