Wednesday, 3 February 2016

[Review] Memilikimu - Sanie B. Kuncoro

Penulis: Sanie B. Kuncoro
Penerbit: Gagas Media
Tebal: 281 halaman
Terbit: 2011
Rating: 3/5

Anom Ilalang dan Samara adalah sepasang suami istri bahagia, hidup mereka pun rasanya tak kurang suatu apa. Walaupun Anom sudah mengenal Samara selama sepuluh tahun lebih, namun alih-alih meredup, cinta Anom kepada Samara makin terpancar seiring berjalannya waktu.

Namun, manusia memang makhluk yang tak pernah puas. Samara telah lama divonis mandul, yang berakibat tak dapat melanjutkan garis keturunan dirinya dan Anom Ilalang—seorang yang gagah. Samara tak pernah menginginkan adopsi atau sejenisnya. Ia pikir dirinya dan Anom sudah mengikhlaskan takdirnya tersebut. 

Berbeda dengan Samara, Anom sangat mendambakan kehadiran seorang anak dalam bahtera rumah tangga mereka. Akhirnya, ia memutuskan cara yang menurutnya aman agar dapat melanjutkan garis keturunannya, yakni kontrak Rahim dengan seorang PSK Freelance bernama Lembayung. 

Di sisi lain, Lembayung yang dihadapi dengan masalah finansial tak kuasa untuk menolak tawaran Anom tersebut. Apakah ini yang disebut pengkhianatan bagi Samara?
***
Membaca karya Sanie B. Kuncoro ini, saya seperti membaca puisi. Kata demi kata dapat diuntainya dengan indah sehingga menghasilkan kalimat penuh makna. Banyak juga terdapat majas simile, jujur saja, terkadang bikin capek sih. Seperti bertele-tele, namun saya harus mengakui bahwa this novel is so beautifully written by her.

Saya paling suka sama karakter Lembayung! Cuma ya, kasihan amat nasibnya. Lembayung itu kalau di real-life mungkin jadi seorang introvert yang misterius, nggak banyak orang yang tahu gitu (Ajeng mulai delu). 

Saya juga catat beberapa kutipan dari novel ini, beberapa di antaranya:
“Menjadi laki-laki tidak berarti bahwa aku lebih kuat daripadamu, tapi demi menjadi bentengmu aku akan berusaha lebih kuat dari sebelumnya.” –hal 30. 
“Tangis adalah pintu pelepasan bagi sesuatu yang tak layak disimpan.” –hal 31.

 “Serapi apa pun tebal pembungkus pisaumu, tak akan mengurangi tajamnya pisau pengkhianatanmu.” – hal 65.
“Tidak semua badai bermurah hati memberikan tanda awal kedatangannya. Ada badai yang menelusup diam-diam, merayap tanpa suara, lalu menghantam seketika dengan gerak mematikan tanpa belas kasihan.” –hal 141
Saya beri bintang 3/5 untuk Memilikimu. Cocok untuk bacaan ringan di waktu senggang. Besides, who can’t resist a novel from Gagas?

Hampir lupa! Postingan ini juga merangkup sebagai setoran perdana untuk Indonesian Romance Reading Challenge 2016, dan Proyek Baca Buku Perpustakaan 2016. Yeay!

Proyek Baca Buku Perpustakaan 2016 (labelnya perpusnya kelihatan, kan? :p)


Cheers, 
Ajeng.


No comments:

Post a Comment