Monday, 11 March 2013

Haru dan Aku: We Are One!


Haru, dalam bahasa Jepang berarti musim semi. Dalam bahasa korea artinya hari. Sedangkan dalam bahasa Indonesia sendiri artinya turut terlarut dalam kesedihan atau kesenangan seseorang. Nah, maksud ‘Haru’ yang satu ini apa, ya? Apa mungkin, Penerbit yang lahir pada musim semi, lalu melewati hari-hari dengan penuh keharuan? Ah ini ngaco.

Memang sih, baru kenal penerbit haru kira-kira dua-tiga bulan. Tapi, rasanya udah kayak kenal lama banget sama penerbit haru ini. Dari pertama beli novel Oppa&I seri pertama, udah jatuh hati sama penerbit haru. Jatuh hati di kovernya yang unyu unyu cute, font-nya yang cocok, and many more. Habis  tahu ada sequel Oppa&I, langsung baca dan akhirnya tertarik dengan novel-novel Haru yang lain.
Lalu lanjut baca Cheeky Romance dan—lagi lagi—jatuh hati sama penerbit haru. Fyi, Cheeky Romance novel paling bikin greget berdebar-debar, dan bela-belain tidur jam satu malam cuma buat nyelesein Cheeky Romance. Such a my favorite novel on 2012.

Tapi, seperti pepatah nobody’s perfect.. Yang ternyata juga berlaku di penerbit satu ini. Dalam Cheeky Romance dan novel-novel terjemahan lain, kata ‘memunyai’ mungkin bisa diganti menjadi ‘mempunyai’. Pada novel So, I Married the Anti-fan.. kenapa kertasnya buram? Itu membuatku berpikir dua kali sebelum membelinya. Dan juga, masalah font dan beberapa pembatas buku yang sedikit ‘bermasalah’. Dalam novel-novel tipis seperti Oppa&I, it’s ok font-nya kecil. Namun, dalam novel-novel tebal.. penggunaan font yang kecil dirasa kurang cocok. Pada novel Oppa&I pertama, apa memang tidak disertakan pembatas? Di So, I Married the Anti-fan juga pembatasnya kecil dan hampir susah menemukannya kembali ketika diselipkan di tengah-tengah halaman.  Yang terakhir, entah kenapa aku kurang suka kover novel Bi!. Kovernya terlihat terlalu monoton dengan kurang ilustrasi. Tapi, kekurangan-kekurangan haru selalu bisa tertutupi dengan kelebihan-kelebihannya :)

Ada kekurangan, pasti ada juga kelebihan, kan? Begitupun dengan penerbit terfavoritku ini. Kover-kovernya hampir semua menarik, seperti pada novel Ojou! Yang baru terbit akhir-akhir ini. Atau pada kover Oppa&I: Love Missions. Walaupun kaki-kaki mereka terlihat sangat jenjang dan dengan tubuh kurus kurus, menurutku kovernya sangat menggambarkan isinya. Penulis-penulis haru juga terbukti semua berkualitas, semua novel haru yang aku baca rata-rata bikin aku kesengsem(?) Novel terjemahan dan novel lokal pun disini sama sama bersaing, kalau aku misalkan, Kim Eun Jeong vs Lia Indra Andriana. They all a great writer !  Dan yang paling disukai member-member penerbit haru, penerbit haru sering adain kuis walaupun aku nggak pernah menang saat haru mengadakan kuis.

Harapanku untuk penerbit haru, kedepannya.. Menerbitkan novel-novel terjemahan Kim Eun Jeong lebih banyak (yang ini maksa),  kovernya lebih cute&adorable lagi, pendistribusian tambah merata (fyi, novel Bi! Sampai saat ini di toko buku kotaku belum ada L padahal pengin cepet-cepet baca), terus menerbitkan novel dari karya penulis berkualitas, admin-adminnya lebih aktif lagi dan terus berkreasi. Suatu saat juga sebenarnya aku ingin bergabung dengan penulis-penulis haru, semoga bisa tercapai. Ah iya, sering-sering mengadakan kuis gratis juga karena member-member haru suka banget yang namanya gratisan. Termasuk aku.  

Semoga Penerbit Haru adalah penerbit termashyur di kemudian hari yang karya-karyanya akan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

And the last.. Kenapa penerbit haru hanya menerima naskah dari umur lima belas tahun ke atas? Aku juga ingin karyaku diterbitkan oleh penerbit haru. Penerbit haru.. Daebak!! Jjang!!

 


No comments:

Post a Comment