Waktu itu berlalu dengan cepat
Yup, rasanya kata-kata itu bener banget.. Mengingat jika waktu selama delapan bulan itu cepet banget. Ya, delapan bulan. Delapan bulan di kelas delapan. Satu tahun delapan bulan di Sekolah Menengah Pertama. Delapan bulan penuh warna.
Kalau ibu hamil delapan bulan itu udah berkembang(?) Nah, kalau delapan bulan yang ini lain lagi. Delapan bulan ini sama sekali nggak berkembang. Berkembang dalam konteks kecerdasan, kegaulan(?) dan lain lain. Mulai dari masalah yang rasanya nggak pernah berhenti, kecerdasan yang nggak nambah nambah dan persoalan rumit lainnya. Tapi, sadar nggak sadar persoalan-permasalahan itulah yang membuat hari-hari selama delapan bulan ini lebih berwarna.
Awal-awal kelas delapan (Sekitar bulan Juli-September) itu rasanya bener-bener monoton. Gitu-gitu aja. Kelas kita (Ar Rohmah) emang bukan dikenal sebagai kelas yang heboh seperti kelas lain, tapi kelas kita itu ya kaya punya keistimewaan tersendiri. Sampai akhirnya, masa-masa kejayaan tersebut tiba. Kami memenangkan kejuaraan kebersihan sesekolah. Emang sih kelihatannya biasa banget, tapi ya bagi kami yang baru sekali ini menang, apa itu nggak termasuk luar biasa? Lalu berlanjut dengan classmeeting. Kami memang nggak memenangkan lombanya, tapi kami berusaha untuk menjadi supporter terheboh. Kita nggak peduli mau dikira gila atau bagaimana, yang jelas saat itu kita berjuang banget biar dapetin juara itu. Hasilnya? Berbuah manis :) Kita berhasil mengalahkan kelas sebelah yang notabenenya kelas ter-rusuh.
Nggak berhenti di situ aja, ah iya.. Waktu awal-awal juga kami sempat memenangkan Juara 3 lomba desain kelas. Masih ingat jelas, waktu itu ada temen kayak "Kalau kita nggak menang, copotin aja yuk desain-nya" Tapi ternyata menang, walau cuma juara tiga tapi itu berkesan banget bagi kita. Dan itu mulai klimaks-klimaksnya kita ngerasain satu. Satu dalam artian satu jiwa, satu raga, saling melengkapi dan saling membutuhkan.
Lalu dilanjut dengan Open-House, Pulang sore, latihan lomba, desain bazaar dan njagain bazaar. Guys, itu Open House terakhir kita di SMP. Ah, jadi klise. Saat team assembly kita tampil dan kita yang nonton heboh sendiri tepuk tangan dan nyanyi-nyanyi.. Itu indah banget, beneran :))
Tapi hidup nggak selamanya lancar. Ya, begitupun kebersamaan kami. Kadang-kadang ada 'konflik' kecil yang menyebabkan kesatuan kami sedikit retak, tapi selama kita berpikir "Konflik itu adalah sesuatu yang akan kita tertawakan di kemudian hari" ,masalah nggak akan bertambah beban.
Dengan tiga puluh empat bintang, dua matahari... Semoga kebersamaan kita nggak akan berakhir. Tiga puluh empat murid, dan dua wali kelas kami yang senantiasa menyinari kami. Ar Rohmah... Yang akan dikenang..






:) Ar Rohmah... Yang akan dikenang..
ReplyDelete:")
ReplyDeletenumpang lewat.. hehe :P
ReplyDeleteya monggo~
ReplyDeleteceritanya tambah lagii..
ReplyDeletecerita apaan dulu nih? haha
ReplyDelete